Artikel ini sebelumnya telah di submit di KEC (KIK) Essay Competition tahun 2015

A. Pendahuluan

Krisis energi global dan perubahan iklim yang disebabkan oleh dampak penggunaan energi fosil merupakan masalah yang dihadapi dunia saat ini. Pertumbuhan populasi penduduk yang diikuti dengan peningkatan pertumbuhan industri merupakan faktor utama penyebab masalah tersebut. Hal ini pun terjadi di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Isu global tersebut telah mimicu banyak gerakan dan inovasi untuk mencari sumber energi alternatif baru/energi terbarukan. Penggunaan energi terbarukan di Indonesia masih sebesar 5% dari target 17% di tahun 2025. Saat ini, sumber energi terbarukan yang sedang dikembangkan adalah biomassa, sampah, limbah cair, angin, cahaya matahari, geotermal dan air. (Medipally et al. 2015; Hadiyanto et al. 2012).

Mikroalga merupakan mikroorganisme unisel yang dapat menghasilkan gas oksigen dan produk lainnya melalui proses fotosintesis seperti halnya tumbuhan sehingga sering disebut sebagai tumbuhan tingkat rendah. Mikroalga mampu menyerap polutan, nutrien dan mengasimilasi air sebagai proses metabolismenya (Masdianto 2013, pp.10–13). Saat ini, potensi mikroalga sedang dikembangkan di berbagai belahan dunia, karena mikroorganisme ini mampu menghasilkan bioenergi yang dibutuhkan sebagai pengganti energi fosil. Mikroalga mampu menyerap logam berat di perairan dan karbon dioksida di udara kemudiaan merubahnya menjadi oksigen yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup, mensintesa nutrien dalam limbah dan menghasilkan elektron yang dapat digunakan untuk membangkitkan listrik melalui proses fuel cells, menghasilkan biomassa yang dapat digunakan untuk kegiatan industri, memproduksi bioetanol dan biodiesel dari proses fermentasi dan ekstraksi, serta menghasilkan biogas dan hydrogen sebagai produk akhir dari proses metabolismenya (Hadiyanto et al. 2012; Lee et al. 2015; Sasongko & Noguchi 2015; Ichsan et al. 2014).

B. Potensi Mikroalga di Indonesia

Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan mikroalga karena terletak pada daerah ekuator dengan intensitas pencahayaan yang tinggi. Indonesia juga memiliki 2 juta hektar garis pantai yang dapat digunakan untuk kultivasi mikroalga. Potensi ini sudah dikembangkan oleh para peneliti di Indonesia, sebagai contoh, Hadiyanto et al (2012) menyatakan bahwa kultivasi mikroalga di Indonesia dapat digunakan untuk produksi biofuel sebesar 20-30% dari lipid content-nya. Penelitian lain yang dilakukan oleh Ichsan et al (2014) menyebutkan bahwa penggunaan mikroalga dengan niche dari Indonesia pada media limbah kelapa sawit dapat menghasilkan lipid content sebesar 12%.

1.PNG

Penggunaan limbah sebagai media kultivasi mikroalga di Indonesia banyak dilakukan untuk mengurangi konsumsi energi produksi dan sebagai alternatif dalam pengolahan limbah tersier dengan tingkat nutrien yang tinggi. Hal ini didukung dengan pernyataan Nugroho Adi Sasongko dan Ryozo Noguchi (2015) yang dalam tulisannya menyebutkan bahwa biofuel yang dihasilkan dari kultivasi mikroalga dalam limbah kelapa sawit menghasilkan lapisan lemak yang cukup besar yaitu sebanyak 38% yang dapat dimanfaatkan sebagai biofuel. Mikroalga yang digunakan sebagai substrat pengisi katoda dalam microbial fuel cells (Lee et al. 2015) dapat menjadi agent untuk mengolah limbah sekaligus sumber penghasil oksigen yang diperlukan sebagai penangkap elektron dari ruang anoda sehingga terproduksi arus listrik dan beda potensial diantara kedua kompartemen.

Walaupun kultivasi mikroalga di Indonesia masih berada dalam tahap pengembangan, tetapi ke depan para peneliti percaya bahwa mikroalga siap untuk dikomersialisasi. Sebagai contoh di Malaysia, tepatnya di provinsi Pahang, mikroalga dikembangkan secara besar-besaran untuk menghasilkan biofuel dan produk samping lainnya dari mikroalga. Sekitar 2000 hektar lahan digunakan untuk mengembangkan teknologi pengembangan dan pengolahan mikroalga dengan sistem terbuka dan tertutup. Bagi Indonesia tentunya hal ini sangat mudah dilakukan mengingat ketersediaan lahan yang masih cukup luas dan kondisi lingkungan  meliputi iklim, suhu dan intensitas cahaya matahari yang mendukung. Keberlimpahan sumber daya alam termasuk di dalamnya jenis mikroalga yang belum tereksplorasi memberi keuntungan yang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan dan melakukan kajian lebih lanjut tentang mikroalga.

C. Kesimpulan

Mikroalga memiliki kesempatan dan peluang yang besar sebagai sumber bioenergi yang berkelanjutan di Indonesia. Pemanfaatan biomassa, biohidrogen, biogas, listrik, bioetanol dan biodiesel merupakan contoh-contoh produk samping yang bisa dihasilkan dari kultivasi mikroalga. Indonesia memiliki berbagai macam faktor yang mendukung pengembangan sumber energi ini. Pendekatan teknologi dan pengembangan sumber daya manusia diperlukan untuk dapat “memanen” berbagai macam energi dari mikroalga.

D. Referensi

Hadiyanto, Kumoro, A.C. & Widayat, 2012. Potency of Microalgae as Biodiesel Source in Indonesia. International Journal of Renewable Energy Development (IJRED), 1, pp.23–27.

Ichsan, Hadiyanto, H. & Hendroko, R., 2014. Integrated Biogas-Microalgae from Waste Waters as the Potential Biorefinery Sources in Indonesia. Energy Procedia, 47, pp.143–148. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/j.egypro.2014.01.207.

Lee, D., Chang, J. & Lai, J., 2015. Bioresource Technology Microalgae – microbial fuel cell : A mini review. BIORESOURCE TECHNOLOGY, pp.0–4. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/j.biortech.2015.09.061.

Masdianto, 2013. Pemanfaatan ganggang mikro sebagai bioindikator perairan yang tercemar. Institut Pertanian Bogor.

Medipally, S.R. et al., 2015. Microalgae as Sustainable Renewable Energy Feedstock for Biofuel Production. , 2015.

Sasongko, N.A. & Noguchi, R., 2015. Comprehensive evaluation of integrated energy plantation model of palm oil and microalgae based biofuel for sustainable energy production. Energy Procedia, 68, pp.226–235. Available at: http://dx.doi.org/10.1016/j.egypro.2015.03.251.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s