Konsumsi berkelanjutan berarti mengkonsumsi barang dan jasa tanpa membahayakan lingkungan atau masyarakat.

Konsumsi berkelanjutan merupakan salah satu perwujudan tujuan dari pembangunan berkelanjutan. Konsumsi berkelanjutan merupakan salah satu aspek yang berada pada sisi mitigasi yang tidak langsung diterapkan pada masyarakat. Konsumsi berkelanjutan berusaha untuk meminimalkan penggunaan sumber daya, memperhatikan dampak mulai dari barang diproduksi sampai dibuang dalam mengkonsumsi apapun, bertindak dengan mempertimbangkan generasi yang akan datang serta mengutamakan kualitas hidup yang baik melalui standar hidup yang layak. Konsumsi berkelanjutan dibagi menjadi 3 dimensi penting yaitu dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pelaku konsumsi berkelanjutan adalah pemerintah, organisasi bisnis / sektor privat, komunitas masyarakat yang terintegrasi dalam suatu siklus bersama konsumen. Contoh perilaku konsumsi yang bertanggung jawab adalah menggunakan sumber daya dan energi yang efektif dan bijaksana, menerapkan program 3R (Reduce-Reuse-Recycling), menghindari penggunaan bahan-bahan berbahaya dan beracun bagi manusia serta lingkungan, dan yang terakhir adalah penataan regulasi dan standar yang berlaku dalam konsumsi dan produksi produk.

Tugas Non Teknis 4.jpg

Konsumsi makanan yang bertanggung jawab merupakan salah satu bagian penting dalam mewujudkan konsumsi yang berkelanjutan. Pengurangan jumlah konsumsi di sumbernya dan disesuaikan dengan kebutuhan menjadi komponen yang sangat penting untuk dilakukan. Sebagai contoh, ¼-1/3 makanan yang diproduksi manusia untuk konsumsi hilang atau terbuang. Dari sekitar 1 billion metric ton makanan yang terbuang, 56% diantaranya  terjadi di negara maju dan sisanya sebesar 44% terjadi di negara berkembang.

“Membuang ½ burger sama saja dengan membuang air saat mandi menggunakan shower selama 60 menit” adalah ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan pentingnya konsumsi yang bertanggungjawab. Tujuan dari penggunaan kata-kata tersebut adalah agar masyarakat memahami tujuan dari konsumsi berkelanjutan itu sendiri. Kampanye “Think-Eat-Save” yang dilakukan oleh United Nation Environmental Programme pada tahun 2013 merupakan bentuk implementasi aksi mewujudkan konsumsi berkelanjutan. Program “Think-Eat-Save” sendiri bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah makanan yang dibuang ke  lingkungan. Bertemakan “Reduce Your Foodprint” yang berarti mengurangi pembuangan makanan ataupun mengkonsumsi makanan secara bijaksana.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s