Riset harus memiliki karakter – karakter tertentu, berikut karakter yang harus dimiliki oleh suatu riset.

  1. Sistematis : riset dimulai dari perencanaan untuk menjawab suatu pertanyaan yang kemudian diikuti dengan proses identifikasi masalah, disain penelitian, pengambilan data dan evaluasi
  2. Logis : dalam mengevaluasi kesimpulan tersebut, harus melalui langkah-langkah yang prosedural dan logis
  3. Empiris : pengambilan keputusan berdasarkan data observasi
  4. Reduktif : terdapat hubungan dalam data yang didapatkan
  5. Dapat direplikasi : riset penelitian dapat dilakukan oleh orang lain dengan pengembangan atau kondsi – kondisi yang berbeda

Riset menjawab suatu masalah dan dirumuskan dalam suatu bentuk hipotesis yang dibuktikan menggunakan pengalaman dan penelitian yang tersusun dalam langkah-langkah yang sistematis. Penggunaan “metode riset” dalam menjawab masalah dapat meminimalkan pengaruh bias / kesalahan peneliti pada hasil percobaan. Peneliti mungkin memiliki preferensi untuk satu hasil atau yang lain, dan itu menjadi penting bahwa preferensi ini tidak menjadi bias karena interpretasi para peneliti tersebut. Kadang-kadang “akal sehat” dan “logika” (sebagai komponen karakter riset) menggoda kita untuk percaya bahwa tidak perlu adanya tes untuk menguji sesuatu tetapi metode riset membuatnya menjadi valid dan lebih terpercaya dalam intrepretasi suatu data. Hipotesis / jawaban dari suatu permasalahan dalam metode riset harus dapat dibuktikan menggunakan data tertentu agar sesuai dengan kaidah-kaidah riset yang ada (empiris dan reduktif).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s