By Saepul Bahri, Head of EHS Department, PT Agro Harapan Lestari
Diskusi Mingguan grup WA Sustainable Development, 13 Januari 2017
Tanpa mengurangi isi dari materi yang disampaikan, tulisan ini merupakan resume yang dipublikasikan dengan tujuan memberikan kebermanfaatan yang sebesar-besarnya.
Saepul Bahri merupakan Kepala Departemen K3L dari PT Agro Lestari. Di samping kesibukannya sebagai Head of EHS Dept, Beliau sangat aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan sekitar beliau tinggal. Beliau adalah anggota DKM / Takmir Masjid Nuruh Hidayah di Terawan. Beliau sangat aktif dalam pengembangan kegiatan memakmurkan masjid dan masyarakat di sekitar masjid. Di lingkungan ini beliau biasa dipanggil Syech Al Bantany. Beliau juga aktif menggalang beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu yang membutuhkan biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Informasi lebih lanjut, bisa menghubungi beliau di sini.

PT. Agro Harapan Lestari merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh Goodhope Asian Holding untuk mengelola semua perusahaan yang bergerak dalam perkebunan sawit di Indonesia. Sampai saat ini, PT Agro Harapan Lestari (AHL) telah memiliki 140.000 Ha lahan sawit dengan hasil proses CPO pertahun sekitar 320,508 MT. Lokasi perkebunan PT AHL tersebar di Kalimantan dan Nabire. AHL bervisi menjadi pemeran utama yang diakui secara global terintegrasi dalam industri makanan. Dalam menjalankan operasinya, manajemen berkomitmen untuk mencegah kecelakaan kerja, sakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan. Manajemen jg berkomitmen utk taat dan patuh terhadap segala peraturan hukum yg berlaku.
Untuk menjalankan K3LH, AHL mengadopsi sistem ISO 14001 dan OHSAS 18001. Sebagai contoh pengelolaan lingkungan, AHL bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki izin untuk mengelola dan mengolah B3 yang dihasilkan. Limbah Non b3 seperti fiber dan shell sawit digunakan sebagai bahan bakar boiler, dimana dari boiler tersebut akan dihasilkan listrik. Limbah domestik dari perumahan karyawan dipisahkan sesuai kategori dan limbah yang bernilai ekonomis dibeli kembali utk didaur ulang ke pihak pengolah melalui pengepul. Sementara itu, limbah B3 100% dikelola oleh pihak yang berizin. Warga lokal juga didorong menjadi rekanan bisnis mulai jadi supplier buah sawit, maupun sebagai kontraktor bangunan. AHL sangat berkomitmen dalam pelestarian satwa sehingga perusahaan tersebut menetapkan beberapa area yg dikategorikan sebagai high conservation value. Dalam beberapa tahun ini AHL fokus dalam membangun kebun plasma, yg mana 100% hasilnya utk masyarakat yang disalurkan melalui koperasi yang dibentuk di masing-masing desa.
Secara garis besar proses dibagi 2 yaitu agronomy dan mill ditambah aktivitas pendukung seperti transportasi, cws, civil dan sebagainya. Semua proses bisnis dilakukan identifikasi bahaya dan risk assessment. Di agronomi terdapat aktivitas land clearing, pembibitan, perawatan dan panen. Di dalam mill terdapat proses penggilingan buah sawit hingga menjadi CPO.
Dalam membuka perkebunan sawit tidak bisa sembarangan. Terdapat peraturan hukum dan standar yang mengatur baik standar yang berlaku di negara RI maupun international. Untuk menjaga kelestarianΒ  lingkungan, mula-mula perusahaan melakukan kajian lingkungan dan high conservation value yang dilakukan pihak ketiga yg tersertifikasi. Hasil kajian tersebut dijadikan baseline utk pengelolaan selanjutnya. Hasil pengelolaan dilaporkan kepada pihak-pihak terkait secara reguler. PT AHL sudah diakui secara nasional maupun internationalΒ  terkait dalam pengelolaan lingkungan. Beberapa sertifikat yang sudah mereka dapatkan berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan sustainable palm oil company. Banyak perusahaan sawit tidak menjalankan prosedur yang benar tentang pengelolaan daerah HCV sehingga muncul kasus seperti pembabatan lahan konservasi untuk dijadikan lahan sawit, tetapi hal ini dapat terjadi pada perusahaan yang belum menerapkan prinsip-prinsip dan kriteria RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil).
Dalam mengelola perusahaan apa pun pasti ada resikonya, baik yang berdampak pada lingkungan, kesehatan mapun keselamatan kerja. Oleh karena itu, implementatasi sistem manajemen, kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting. Agar dampak-dampak yang merugikan dapat dikelola dengan benar.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s