Pertanyaan tersebut muncul setelah saya mengikuti berbagai macam seminar ilmiah baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa orang bertanya, “buat apa sih ikut-ikut begituan?” dan beberapa juga memberikan pernyataan untuk tidak coba-coba ikut seminar karena :

  • Malu karena kendala bahasa

Faktanya, kendala bahasa memang dialami oleh banyak peserta konferensi yang saya ikuti, tetapi toh mereka tetap PD aja ngomong hehe… Kendala bahasa Inggris untuk seminar internasional memang cukup pelik, karena logat bisa mengacaukan segalanya. Misal, logat bahasa inggris orang Indonesia, jauh berbeda dengan logat malaysia ataupun Jepang. Meskipun begitu, mereka tetap berusaha menyampaikan makalah mereka sebisanya.

  • Belum memiliki hasil penelitian yang cukup

Faktanya, ada beberapa seminar yang bahkan tidak mensyaratkan seseorang mengirimkan paper / abstraknya. Ketika saya mengikuti seminar di Malaysia, ada beberapa orang mahasiswa semester 3 yang ikut presentasi bersama kita. Dan apa yang dipresentasikan oleh mereka hanya “proposal” belum memiliki hasil. Selain itu, dari 5 seminar baik nasional maupun internasional yang pernah saya ikuti, saya men-submit makalah berjenis literature review. Jadi kenapa harus ada hasil? hehe. Dari sebuah tesis, menurut saya bisa didapatkan 3 makalah yang bisa diseminarkan : dari bab tinjauan pustaka, pemilihan metode, dan studi awal (preliminary study). IMHO, hasil penelitian utama sebaiknya di-submit di jurnal saja, sayang kalo cm masuk prosiding hehe.

  • Tidak punya uang

Faktanya, uang tidak bisa menjadi penghambat kita mengikuti seminar ilmiah. sebagai mahasiswa, pastinya punya tabungan kan? hehe apalagi kadang-kadang birokrasi menyiapkan sejumlah anggaran untuk kegiatan seminar. Beasiswa LPDP pun memberikan tunjangan bagi seseorang yang ikut seminar, baik nasional maupun internasional. Selain itu, mahasiswa biasanya dapat diskon yang jauh lebih murah dari harga utama.

  • Tidak memiliki keberanian untuk presentasi

Faktanya, Ini memang merupakan hal umum yang terjadi di Indonesia. Brace your self! karena tidak ada kesempatan yang sama untuk kedua kalinya. Banyak juga presenter yang tidak berkompeten dan gagap ketika presentasi. Tetapi hal tersebut merupakan kewajaran. Tidak akan ada yang memarahi, malah yang ada simpati dari peserta seminar karena sudah mau berusaha untuk mencoba presentasi

  • Takut seminarnya abal-abal dan tidak bereputasi

Ini mungkin alasan yang paling sulit untuk dijawab. Sebagai informasi, di luar sana banyak sekali seminar yang hanya mengambil keuntungan semata. Seperti yang pernah saya ulas di sini, memang kita harus waspada dengan seminar abal-abal. Pesan dosen pembimbing saya yang pertama ketika mengikuti seminar ilmiah adalah kewaspadaan terhadap seminar abal-abal. Sampai saat ini, saya selalu mengikuti seminar yang diadakan oleh institusi pendidikan maupun ikatan ilimiah yang memang telah bereputasi dan diakui secara internasional. Itu jauh lebih aman. Selain itu bisa juga dengan melihat dari website elsevier dimana conference / seminar ilmiah yang tercantum disitu pasti bereputasi dan aman untuk diikuti.

Sebagai seorang peneliti muda (sebutan bagi mahasiswa S2) maupun asisten peneliti (sebutan bagi mahasiswa s3) seminar ilmiah utamanya sangat penting sebagai wadah untuk saling bertukar pikiran (knowldege sharing) antara para peneliti dan akademisi terkait dengan penelitian yang sedang dikerjakan. Tidak selamanya penelitian berjalan mulus dan berbeda dengan kondisi yang diharapkan, sehingga perlu adanya masukan maupun kritik terkait dengan penelitian yang sedang kita kerjakan. Lalu apa sebenarnya manfaat mengikuti seminar ilmiah?

Tulisan yang dibuat oleh Sunuwibirama cukup menggambarkan manfaat dari mengikuti seminar ilmiah bagi para peneliti dan dosen :

  1. Mengikuti tren terbaru dari sebuah tema penelitian
  2. Memperluas jaringan
  3. Mempromosikan apa yang sedang kita teliti
  4. Menguji makalah sebelum masuk ke publikasi jurnal
  5. Mempromosikan institusi dan negara
  6. Bertemu langsung dengan tokoh-tokoh penting di bidang riset kita
  7. Mengikuti training, workshop, atau special lectures selain seminar utama.
  8. Sarana refreshing dari rutinitas
  9. Salah satu syarat lulus kuliah
  10. Salah satu sumber penilaian untuk jenjang karir

Bagi seorang mahasiswa, seminar ilmiah dapat memberikan kesempatan bagi kita untuk melanjutkan studi baik post doc maupun studi s3 bagi yang sedang menempuh s2. Dengan bertemu langsung, kita dapat mengutarakan niat kita untuk bergabung dengan tim penelitian seorang profesor. Terkadang, hubungan via e-mail hanya berakhir di kotak masuk saja karena kesibukan peneliti yang kita hubungi. Ada cerita dari salah satu dosen saya yang mengatakan bahwa dia mendapatkan kesempatan s3 dari orang yang mengikuti seminar internasional yang sama dengannya.

Seminar ilmiah juga menjadi ajang mahasiswa untuk show up dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Di dunia kerja, presentasi menjadi hal yang umum untuk dilakukan. Sehingga bagi para fresh graduate, seminar ilmiah dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berani tampil dan menyampaikan gagasannya. Dan jika beruntung, terdapat penghargaan best speaker bagi seseorang yang memiliki kemampuan yang baik dalam presentasi. Hal ini tentunya akan meningkatkan kualitas CV untuk melamar pekerjaan!

Saya pernah bertemu dengan seorang profesor dari india, dimana salah satu alasan dia presentasi di suatu konferensi internasional di Malaysia adalah untuk beribadah di Batu Caves, Sebuah tempat ibadah bagi komunitas Hindu di Malaysia. Alasan tersebut merupakan hal biasa, dimana konferensi bisa dijadikan alasan untuk jalan-jalan dan pergi dari rutininitas pekerjaan. Alasan yang sama untuk mahasiswa, dimana mahasiswa bisa berkesempatan berkeliling dunia dengan mengikuti suatu seminar ilmiah. 

Jadi, jangan pernah ragu untuk mengikuti seminar ataupun konferensi ilmiah di berbagai penjuru dunia. Manfaatkan kesempatan yang ada sebaik mungkin! πŸ™‚

 

Advertisements

One thought on “Mengapa Saya (Mahasiswa) Perlu Mengikuti Seminar Ilmiah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s