preprint-power-ignite-talk-esa2013-3-638

Pernahkah kamu mempublikasikan artikel pada jurnal dan atau prosiding internasional? Setelah menyelesaikan proses revisi dan review yang panjang, penerbit akan memberikan license agreement (LA) yang harus kita tanda tangani sebagai bentuk garansi bahwa penulis (diantaranya) belum pernah mempublikasikan artikelnya di jurnal lain secara formal. Contoh kalimat:

I warrant on the behalf of my self and co-authors that the document is original, has not been formally published in any other journal, is not under consideration by any other journal and does not infringe any existing copyright or any other third party rights;

Lalu, apa itu publikasi formal? Menurut wikipedia, publikasi formal adalah publikasi artikel ilmiah yang telah melewati proses review / penilaian sejawat (peer review) dimana artikel tersebut telah memenuhi standar komunitas ilmu pengetahuan terkait dan telah layak untuk dipublikasikan secara konsensus. Shehata, Ellis dan Foster (2015) dalam artikelnya yang berjudul “Scholarly communication trends in the digital age” menyatakan bahwa publikasi formal umumnya digunakan oleh para ilmuwan dan dosen untuk meningkatkan karir akademik mereka. Begitu pun di Indonesia, ramai-ramai para akademisi mengejar publikasi formal ini untuk meningkatkan KUM / angka kredit dosen. Contoh publikasi formal adalah buku ajar, jurnal-jurnal dan prosiding yang melewati proses review tertutup dan terbatas. Publikasi formal biasanya membutuhkan biaya (baca: article processing charges) untuk proses pencetakan, penerbitan, penilaian dan hak akses tetapi ada pula yang gratis dari mulai publikasi hingga biaya pemrosesannya (bahasan tentang ini pernah saya ulas disini).

Ditinjau dari terminologi publikasi informal, maka konsep publikasi menjadi sangat luas karena mencakup publikasi di blog, website, koran, poster, preprint server, dan lain sebagainya (tanpa proses peer review). Setelah semakin mudahnya akses terhadap jaringan internet, publikasi informal pada preprint server menjadi lebih disukai dan menarik perhatian banyak akademisi. Pada dasarnya preprint merupakan pengarsipan artikel (self archiving) secara online yang dipersiapkan untuk publikasi formal. Para peneliti menggunakan preprint server sebagai media untuk diskusi danΒ open peer review sehingga artikel yang akan di’legal’kan memiliki kualitas yang tinggi. Preprint menjadi cukupΒ booming karena kebutuhan dari para peneliti untuk berbagi ilmu dengan cepat dan tidak terbatas. Para peneliti ingin segera mengklaim hasil risetnya dan mempublikasikannya pada sebuah media yang diakui dan, tentunya, murah. Ketika sebuah artikel ingin diinput dalam publikasi formal, prosesΒ peer review akan memakan waktu yang cukup lama, bisa bulan bahkan tahun. Hal ini tentunya akan mengurangi tingkat keterbaruan dari suatu penemuan. Selebihnya tentang preprint bisa dilihat disini dan disini.

Capture
Kebijakan Preprint di Elsevier

Preprint server sebenarnya sudah ada sejak tahun 90-an yaitu Arxiv. Saat ini, muncul berbagai macam preprint server yang sesuai dengan bidang dan konsentrasi ilmu secara luas. Di Indonesia, INArxiv merupakan satu-satunya preprint server yang sudah eksis. Selama ini, para peneliti di Indonesia menggunakan laman Academia.edu dan Researchgateyang notabene bukan server dari Indonesia – untuk menerbitkan artikel preprint-nya. Publikasi preprint sudah banyak diakui oleh masyarakat akademis internasional. Elsevier, misalnya, telah mengakui dan memberikan instruksi tentang penggunaan media dan artikel preprint dalam situsnya.

Kalau ditanya apakah saya pernah menerbitkan preprint? Jawabannya adalah, Iya. Saya menerbitkan artikel tersebut di INArxiv dan Researchgate. Satu masalah yang pernah saya dapatkan adalah apakah dibolehkan menerbitkan artikel dengan judul dan isi yang sama dari preprint server ke publikasi formal? Jawabannya adalah, Iya. Pertama, lihat dari agreement yang harus kita tandatangani apakah ada statement tentang penerbitan informal. Kedua, cek kembali jurnal yang akan diinput ke direktori sherpa, untuk mengetahui jurnal-jurnal yang memperbolehkan artikel preprint diunggah ke situsnya sebagai publikasi formal. Jadi apabila kamu ingin menerbitkan buku ajar, buku penelitian dan artikel serta mengarsipkan artikel secara online yang mendapatkan Digital Object Identifier (DOI) number, preprint server bisa menjadi solusinya.

  1. Artikel saya di INArxiv
  2. Artikel saya di Researchgate

Happy writing, blogging, and sharing πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s